Login Member
LOGIN MEMBER
Email / Username
Password
        Keep me signed in

Don't have an account? Create One.

Or you can
How We Work
Find Us On
Get Free Newsletter!

Program


  1. TECHNOPRENEURSHIP TRAINING

Program ini merupakan bagian dari aktivitas utama RAMP yang diselenggarakan untuk mahasiswa dan dosen. Tujuan jangka pendek dari program ini adalah untuk meningkatkan partisipasi dan kualitas mahasiwa serta dosen untuk dapat berkompetisi dalam memperoleh fasilitasi inkubasi. Sedangkan tujuan jangka panjangnya adalah untuk menumbuhkembangkan invensi dan inovasi serta meningkatkan kemampuan technopreneurship mahasiswa.

 1.1 INTENSIVE-STUDENT TECHNOPRENEURSHIP PROGRAM

Tujuan:

  • Meningkatkan kapasitas mahasiswa sehingga mampu berkualifikasi dalam program fasilitasi inkubasi.
  • Meningkatkan kemampuan dalam menciptakan invensi dan inovasi
  • Meningkatkan kemampuan technopreneurial mahasiswa

Output:

  • Mahasiswa dengan penigkatan kemampuan penciptaan invensi/inovasi dan technopreneurship
  • Proposal yang berkualitas untuk berpartisipasi fasilitasi inkubasi (prototyping dan mentoring)

 1.2 FACULTY TRAINING

Tujuan:

  • Meningkatkan kemampuan dosen dalam menciptakan ide bisnis, menyusun dan mengembangkan model bisnis dan kemampuan untuk melakukan start up bisnis.
  • Meningkatkan kemampuan dosen dalam pengembangan dan penciptaan konsumen.
  • Menyebarluaskan program kewirausahaan berbasis teknologi (technopreneurship) di lingkungan kampus.

Program:

  • Bentuk: training
  • Target peserta: dosen
  • Materi: idea generation, model bisnis, customer development, dan customer discovery.

 

2. PROTOTYPING (PROGRAM PENGEMBANGAN PROTOTIPE)

Program Pengembangan Prototipe adalah suatu bentuk kegiatan yang didesain untuk menggali ide atau solusi teknologi yang dihasilkan oleh mahasiswa dari kampus-kampus di seluruh Indonesia. Peserta program ini adalah mahasiswa semester akhir yang akan melaksanakan penelitian/tugas akhir/skripsi dalam rangka penyelesaian studinya dan lulusan baru (fresh graduate) yang memiliki ide invensi/inovasi teknologi dan berkeinginan kuat untuk mewujudkannya dan mengembangkannya menjadi entitas bisnis/usaha.

Kegiatan Program Pengembangan Prototipe ini terdiri dari tahapan-tahapan:

  • Mencari atau menjaring calon awardees,
  • Seleksi atas proposal ide atau solusi teknologi dari para calon awardees,
  • Capacity building dalam bentuk pelatihan dan magang bagi para awardees terpilih,
  • Fasilitasi bagi para awardees terpilih sehingga dapat mewujudkan ide teknologinya menjadi prototipe produk.

Fasilitasi yang diberikan kepada para awardees dalam bentuk: capacity building (pelatihan dan magang singkat), pengembangan ide menjadi prototipe produk yang teruji, supervisi dan pendampingan untuk mengembangkan ide hingga menjadi prototipe, serta perencanaan untuk pengembangan produk agar dapat diproduksi secara masal dan komersialisasinya.

Tujuan Program Pengembangan Prototipe:

  • Menjaring, membina dan memfasilitasi mahasiswa dan lulusan baru agar mampu menghasilkan inovasi/invensi yang dapat diimplementasikan di masyarakat.
  • Meningkatkan kemampuan mahasiswa dan lulusan baru dalam menyediakan solusi teknologi dalam penyelesaian masalah nyata di masyarakat.
  • Meningkatkan kemampuan berinovasi dan keahlian technopreneuship dalam menciptakan nilai di masyarakat.
  • Meningkatkan kemampuan mahasiswa dan lulusan baru, sehingga mampu berkompetisi dalam program fasilitasi inkubasi (mentoring).

Keluaran Program Pengembangan Prototipe:

  • Mahasiswa dan lulusan baru dengan kemampuan menghasilkan invensi/inovasi yang bermanfaat dan menyediakan solusi teknologi dalam menyelesaikan masalah nyata di masyarakat.
  • Prototipe invensi/inovasi teknologi yang dihasilkan melalui proses pembimbingan.
  • Prototipe invensi/inovasi yang berkualifikasi untuk dapat mengikuti program fasilitasi inkubasi (mentoring).

 

3. MENTORING

Program ini meliputi pengembangan ide/konsep, pengembangan prototipe, validasi teknologi, proteksi HKI, pembiayaan usaha dan pengembangan bisnis. RAMP bertindak sebagai inkubator bisnis untuk usaha berbasis teknologi mulai dari tahap konsep sampai dengan komersialisasi. Program ini terbuka untuk umum baik dosen, mahasiswa maupun grassroots dan di buka sepanjang tahun. Tujuan Mentoring Program adalah untuk membantu inovator dan inventor untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi, sehingga mampu mewujudkan idenya menjadi usaha yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat.

 

4. CURRICULAR DEVELOPMENT

Program ini ditujukan untuk mendukung dosen-dosen perguruan tinggi untuk mengembangkan dan menerapkan mata-kuliah yang terkait dengan technopreneurship di perguruan tinggi.  Dukungan fasilitasi yang diberikan RAMP-IPB meliputi workshop untuk menyusun materi pengajaran, teaching grant untuk mengimplementasi pengajaran serta fasilitasi kepada akses yang terkait dengan pengembangan inovasi teknologi untuk tahap selanjutnya. Melalui program ini diharapkan para dosen dapat merancang pembelajaran dengan kurikulum terstruktur yang akan membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keahlian, dan sikap yang terkait dengan proses pengembangan inovasi teknologi untuk menjawab beragam persoalan masyarakat.

Tujuan:

Mendorong terciptanya program studi yang mempersiapkan mahasiswa S1 atau S2 berwawasan technopreneurship untuk menciptakan solusi inovatif bagi masyarakat, meningkatkan kapasitas universitas dalam membantu mahasiswa menghasilkan ide-ide inovatif, dan merealisasikannya menjadi prototipe teruji untuk dikembangkan menjadi suatu bisnis

Implementasi Program:

  • Menambahkan materi tentang entrepreneurship pada kurikulum mata kuliah dasar/terapan yang diasuh oleh program studi.
  • Menambahkan materi tentang inovasi teknologi pada kurikulum mata kuliah entrepreneurship yang diasuh oleh program studi
  • Menyusun kurikulum baru mengenai teknopreneurship sesuai dengan bidang keilmuan yang diasuh oleh departemen yang bersangkutan.
  • Menyusun kurikulum baru mengenai teknopreneurship untuk diimplementasikan lintas program studi dalam satu institusi

 

5. RESEARCH

Studi awal yang dilakukan oleh The Lemelson Foundation (TLF) menunjukkan bahwa Sistem Inovasi dan Invensi Nasional Indonesia belum menyediakan lingkungan yang kondusif untuk mempromosikan sistem invensi dan inovasi yang berorientasi dampak (impact oriented). Lingkungan yang kondusif untuk Sistem Inovasi dan Invensi Nasional Indonesia dapat dicapai melalui berbagai instrumen, seperti melalui insentif pajak, jaminan teknologi (scale up), sistem pendidikan yang mendorong kreativitas, regulasi yang berhubungan dengan perdagangan, atau bahkan peraturan yang mirip dengan Bay-Dohle Act.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk berpartisipasi dalam mempromosikan kebijakan-kebijakan dan regulasi yang kondusif yang dapat dioperasikan oleh Sistem Inovasi dan Invensi Nasional Indonesia secara lebih baik melalui pengembangan-pengembangan naskah dan advokasi.